Selasa, 27 Agustus 2019

Dampak Musim Kemarau Desa Pajeruan Krisis Air Bersih

Dampak kekeringan di Desa Pajeruan warga kesulitan mendapat air bersih, lokasi sungai buk Sa'id.
SAMPANG, Dampak musim kemarau warga Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, merasa cemas dengan kondisi di Desanya yang membuat mereka kesulitan menemukan air bersih untuk kebutuhan kesehariannya.

Lokasi sungai buk Sa'id
Jumriah (35) warga Desa Pajeruan mengatakan, sudah terbiasa sejak kecil jika sudah datang musim kemarau setiap warga setempat akan kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga warga setempat menggali dibibir-bibir sisa air sungai yang sudah keruh dan tidak layak dikonsumsi untuk mencari sumber-sumber saringan dari sisa air sungai tersebut, untuk digunakan mencuci pakaian dan mandi, sedangkan untuk kebutuhan dirumah seperti berwudhu, minum dan memasak, para warga mencari air menggunakan Crigen ke sumur-sumur  hingga menempuh 2-3km bagi yang kurang mampu seperti saya ini, tapi sebagian warga yang mampu, mereka membeli air lewat Tangki seharga 500 hingga 600ribu, ada yang beli lewat mobil PikeUp seharga 150 hingga 200ribu. Ungkapnya (27/08/19).

Harapan kami pemerintah setempat bisa segera memberikan solusi dari permasalahan yang sangat akut dan sudah sejak lama diderita warga Desa Pajeruan, Kami mengharap di Desa Pajeruan ada bendungan air (Penampungan Air) yang dapat mengurangi kerisis air dimusim kemarau atau mengadakan pengeboran sumber mata air di perdusun yang bisa dikonsumsi masal oleh warga setempat kami siap membayar perbulan untuk biaya operasionalnya. Tutur Pak Muzakki (67) warga Desa Pajeruan. (GPP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LUAR BIASA PEMUDA PAPJERUAN BANGKIT LAGI SETALAH LAMA HILANG

Pertemuan yang menakjubkan setalah lama hilang kini rapat kerja anggota Gerakan Pemuda Pajeruan (GPP) bertempat di Surabaya Sabtu/28/05/2023...