Senin, 28 Oktober 2019

GERAKAN PEMUDA PAJERUAN “GPP” MENGADAKAN BAKTI SOSIAL KEPADA ORANG KURANG MAMPU


 
Bakti Sosial Gerakan Pemuda Pajeruan GPP dengan Karang Taruna Desa Pajeruan

Sampang-, Bertepatan pada hari sumpah pemuda, Gerakan Pemuda Pajeruan “GPP” bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Pajeruan mengadakan program BAKSOS (bakti sosial) kepada salah satu warga kurang mampu di Desa Pajeruan, kecamata Kedungdung, Kabupaten Sampang, pada Senin (28/10/19).

Ketua GPP Abdul Qorib berkata, Target saat ini adalah Bek Mani salah satu warga kurang mampu yang bertempat di  Mangir, Dusun Batukombung, Desa Pajeruan. Beliau bersetatus lansia, kondisi beliau sakit-sakitan dan tinggal sebatangkara, beliau juga tidak mempunyai kartu identitas baik EKTP ataupun KK, untuk makan sehari-harinya dibantu oleh tetangga terdekat.

“Untuk tahap saat ini dari beberapa dana yang terkumpul hanya bisa memberikan bantuan yang berbentuk sembako seperti beras, telur, minyak goreg dan sedikit uang. Beliau (Bek Mani) Sangat berterima kasih kepada kami, beliau (Bek Mani) mengatakn “saya disini tingal sendiri nak kalau untuk makan Alhamdulillah saya diberi tetangga, yang membuat saya sangat kesulitan kalo saya sedang sakit karena kan saya sudah tua saya tidak punya uang nak untuk berobat, juga kalo tengah malam saya mau buang air besar/buang air kecil selain merasa takut karena gelap saya juga takut jatuh karena saya sudah tidak terllalu sehat” ungkap Abdul Qorib menceritakan perkataan Bek Mani.

“Alhamdulillah dengan dana seadanya yang bersumber dari hasil sumbangan beberapa anggota GPP dan beberapa donatur kegiatan ini berjalan dengan lancar, dengan ini saya selaku ketua GPP juga sangat berterima kasih kepada pemuda Desa Batuporo Barat, Pemuda Desa Deleman, para donatur dan juga kepada para anggota GPP yang telah rela memberikan sumbangsih material ataupun non material, Saya berharap  agar program ini (BAKSOS) tidak hanya cukup disini yakni bisa terus menerus karena program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat hususnya yang kurang mampu”. Lanjut Abdul Qorib

Lora Yahya selaku tokoh masyarakat Dusun Batukombung berkata, saya banyak-banyak mengucpkan terima kasih kepada teman-teman GPP, saya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan pemuda desa pajeruan yang positif seperti ini saya siap ikut andil dan mendukung penuh semoga selalu sukses, saya juga berharapan agar Pemdes Desa Pajeruan untuk turun langsung kelapangan supaya bisa memberi perhatian lebih serius lagi pada masyarakat yang kurang mampu. (GPP)

Selasa, 15 Oktober 2019

Filosofi Logo Gerakan Pemuda Pajeruan GPP


Logo Resmi Gerakan Pemuda Pajeruan GPP

-LOGO
  •  Lingkaran dasar mengartikanan: tameng dari berbagai ancaman;
  • Lingkaran cincin mengartikan: persatuan dan kesatuan yang tak terpisahkan;
  • Sembilan bintang mengartikan: berpegang teguh pada nilai-nilai agama yang beraqidahkan ASWAJA;
  • Obor mengartikan: semangat juang yang tinggi;
  • Tangan menengadah mengartikan: harapan agung yang disertai doa;
  • Sehelai pita mengartikan; mempererat hubungan antar pemuda dengan lapisan masyarakat.

- WARNA
  • Putih mengartikan: Sucinya niat dan cita-cita
  • Hijau mengartikan: keikhlasan dalam beramal
  • Kuning mengartikan: gotong royong dan loyalitas
  • Biru mengartikan: warna langit sebagai qiblat doa serta keagungan
  • Logam mengartikan: prilaku yang bernilai.

Kamis, 29 Agustus 2019

Gerakan Pemuda Pajeruan Mengadakan Lomba Untuk Memperingati HUT RI ke 74



Foto  bersama panitia lomba dengan para juara.
SAMPANG, Gerakan Pemuda Pajeruan “GPP” merayakan HUT kemerdekaan RI ke 74 dengan mengadakan lomba antar sekolah tingkat SMP dan SMA yang diselenggarakan di DSN Mangar, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, pada tanggal (24/08/2019).

Subaidah ketua panitia lomba mengatakan, kegiatan ini dimulai agak molor dari jadwal yang ditentukan, seharusnya jadwal dimulainya acara pada jam 07:00 namun dengan adanya kendala sebagian dari peserta yang belum datang ke lokasi acara karena dengan berbagai kendala sarana jalan yang memang tidak mendukung sehingga acara ini molor sampai jam 08:30, namun Alhamdulillah semua peserta yang mendaftar hadir, sehingga acara berjalan dengan lancar, Ungkapnya.

“Acara ini merupakan acara pertama kali di Desa Pajeruan, saya sangat senang dengan adanya lomba dalam rangka memperingati HUT RI, karena selain mengingatkan para pejuang kemerdakaan, saya bisa mengenal teman-teman sedesa dari berbagai Dusun,  saya dari DSN Lon Nangkah, seandainya tidak ada lomba ini saya tidak akan tau daerah ini (DSN Mangar) mungkin” tutur Mufarrohah, salah satu peserta lomba tingkat SMP.

Acara berakhir pada jam 14:26 pada hari itu juga, sebenarnya lomba tersebut diagendakan dua hari sesuai tanggal yang dicantumkan di bener panggung yakni 24-25/08/19, namun karena peserta yang mendaftar hanya 30 peserta maka acara selesai hanya dalam satu hari. (GPP)

Selasa, 27 Agustus 2019

Dampak Musim Kemarau Desa Pajeruan Krisis Air Bersih

Dampak kekeringan di Desa Pajeruan warga kesulitan mendapat air bersih, lokasi sungai buk Sa'id.
SAMPANG, Dampak musim kemarau warga Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, merasa cemas dengan kondisi di Desanya yang membuat mereka kesulitan menemukan air bersih untuk kebutuhan kesehariannya.

Lokasi sungai buk Sa'id
Jumriah (35) warga Desa Pajeruan mengatakan, sudah terbiasa sejak kecil jika sudah datang musim kemarau setiap warga setempat akan kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga warga setempat menggali dibibir-bibir sisa air sungai yang sudah keruh dan tidak layak dikonsumsi untuk mencari sumber-sumber saringan dari sisa air sungai tersebut, untuk digunakan mencuci pakaian dan mandi, sedangkan untuk kebutuhan dirumah seperti berwudhu, minum dan memasak, para warga mencari air menggunakan Crigen ke sumur-sumur  hingga menempuh 2-3km bagi yang kurang mampu seperti saya ini, tapi sebagian warga yang mampu, mereka membeli air lewat Tangki seharga 500 hingga 600ribu, ada yang beli lewat mobil PikeUp seharga 150 hingga 200ribu. Ungkapnya (27/08/19).

Harapan kami pemerintah setempat bisa segera memberikan solusi dari permasalahan yang sangat akut dan sudah sejak lama diderita warga Desa Pajeruan, Kami mengharap di Desa Pajeruan ada bendungan air (Penampungan Air) yang dapat mengurangi kerisis air dimusim kemarau atau mengadakan pengeboran sumber mata air di perdusun yang bisa dikonsumsi masal oleh warga setempat kami siap membayar perbulan untuk biaya operasionalnya. Tutur Pak Muzakki (67) warga Desa Pajeruan. (GPP)

Jumat, 05 Juli 2019

Awal Mula Terbentuknya “GPP” Gerakan Pemuda Pajeruan



Foto Anggota GPP
   Gerakan Pemuda Pajeruan atau disingkat sebagai “GPP” adalah organisasi yang terdiri dari satuan pemuda desa Pajeruan, kecamatan Kedungdung, kabupaten Sampang. Yang digagas langsung oleh para pemuda desa Pajeruan, melalui perbincangan singkat antara Mutammim dengan Qorieb tentang belum adanya wadah yang dapat mempersatukan pemuda desa Pajeruan, lalu dimulailah dengan pembuatan group watsap yang di beri nama TARETAN PAJERUAN pada 20/02/18 dengan harapan mempermudah untuk merekrut anggota yang berminat untuk bergabung dalam organisasi yang akan dibentuk.

Foto Pertemuan Perdana Anggota GPP
  Pada tanggal 17/06/2018 diadakanlah pertemuan perdana dikediaman Mutammim yang berlokasi di kampung Jaringan, Dusun Lon Nangkah, dengan tujuan pembentukan organisasi seperti yang sudah dicita-citakan, berkumpulah beberapa anggota group wa dengan jumlah 34 anggota, dari tiga dusun yaitu:  dusun Lon Nangkah, Mangar dan Tangkat Barat. Diutarakanlah oleh Mutammim tentang tujuan dikumpulkannya para anggota group wa dengan maksud untuk pembentukan Organisasi pemuda desa Pajeruan, semua anggota pun merasa gembira dan mendukung penuh dengan inisiatif pembentukan Organisasi yang dimaksud. Lalu  dimulailah rapat terbuka perdana dengan menggagas VISI dan MISI Organisasi yang akan dibentuk, demikian setelah VISI dan MISI terbentuk dilanjutlah dengan pembentukan nama Organisasi, namun karena minimnya waktu yang tersedia penamaan Organisasi yang masih dalam perdebatan panjang, pada akhirnya para anggota menyepakati untuk dilanjutkan di group wa, namun ternyata sangat tidak efisien ketika perdebatan nama organisasi dilanjut di wa hingga akhirnya disepakatinya pembahasan tentang nama Organisasi dilanjutkan ketika ada pertemuan kedua.

   Adalah Kendala yang sangat mendasar bagi para anggota Pemuda desa Pajeruan, rata-rata anggota adalah perantau sebagian mengadu nasib di luar kota, sebagian lain kuliah dan juga mondok. Namun hal itu tidak sedikitpun memadamkan api semangat para pemuda desa pajeruan.

Pertemuan Kedua Anggota GPP

    Setahun lamanya menunggu hingga tibalah para pemuda pajeruan mengagendakan pertemuan kedua pada tanggal 09/06/2019  di kediaman Izzat Dahlan, yang berloksai di Dusun Mangar. Disitulah dimulai rapat terbuka yang kedua kalinya untuk pematangan Organisasi, disitu para anggota membahas tentang penamaan Organisasi dan pada akhirnya disepakatilah bahwa Organisasi pemuda desa pajeruan diberi nama (Gerakan Pemuda Pajeruan) yang disingkat dengan “GPP”, setelah penamaan selesai dilanjut dengan pembentukan setruktur Organisasi.

LUAR BIASA PEMUDA PAPJERUAN BANGKIT LAGI SETALAH LAMA HILANG

Pertemuan yang menakjubkan setalah lama hilang kini rapat kerja anggota Gerakan Pemuda Pajeruan (GPP) bertempat di Surabaya Sabtu/28/05/2023...