Kamis, 29 Agustus 2019

Gerakan Pemuda Pajeruan Mengadakan Lomba Untuk Memperingati HUT RI ke 74



Foto  bersama panitia lomba dengan para juara.
SAMPANG, Gerakan Pemuda Pajeruan “GPP” merayakan HUT kemerdekaan RI ke 74 dengan mengadakan lomba antar sekolah tingkat SMP dan SMA yang diselenggarakan di DSN Mangar, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, pada tanggal (24/08/2019).

Subaidah ketua panitia lomba mengatakan, kegiatan ini dimulai agak molor dari jadwal yang ditentukan, seharusnya jadwal dimulainya acara pada jam 07:00 namun dengan adanya kendala sebagian dari peserta yang belum datang ke lokasi acara karena dengan berbagai kendala sarana jalan yang memang tidak mendukung sehingga acara ini molor sampai jam 08:30, namun Alhamdulillah semua peserta yang mendaftar hadir, sehingga acara berjalan dengan lancar, Ungkapnya.

“Acara ini merupakan acara pertama kali di Desa Pajeruan, saya sangat senang dengan adanya lomba dalam rangka memperingati HUT RI, karena selain mengingatkan para pejuang kemerdakaan, saya bisa mengenal teman-teman sedesa dari berbagai Dusun,  saya dari DSN Lon Nangkah, seandainya tidak ada lomba ini saya tidak akan tau daerah ini (DSN Mangar) mungkin” tutur Mufarrohah, salah satu peserta lomba tingkat SMP.

Acara berakhir pada jam 14:26 pada hari itu juga, sebenarnya lomba tersebut diagendakan dua hari sesuai tanggal yang dicantumkan di bener panggung yakni 24-25/08/19, namun karena peserta yang mendaftar hanya 30 peserta maka acara selesai hanya dalam satu hari. (GPP)

Selasa, 27 Agustus 2019

Dampak Musim Kemarau Desa Pajeruan Krisis Air Bersih

Dampak kekeringan di Desa Pajeruan warga kesulitan mendapat air bersih, lokasi sungai buk Sa'id.
SAMPANG, Dampak musim kemarau warga Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, merasa cemas dengan kondisi di Desanya yang membuat mereka kesulitan menemukan air bersih untuk kebutuhan kesehariannya.

Lokasi sungai buk Sa'id
Jumriah (35) warga Desa Pajeruan mengatakan, sudah terbiasa sejak kecil jika sudah datang musim kemarau setiap warga setempat akan kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga warga setempat menggali dibibir-bibir sisa air sungai yang sudah keruh dan tidak layak dikonsumsi untuk mencari sumber-sumber saringan dari sisa air sungai tersebut, untuk digunakan mencuci pakaian dan mandi, sedangkan untuk kebutuhan dirumah seperti berwudhu, minum dan memasak, para warga mencari air menggunakan Crigen ke sumur-sumur  hingga menempuh 2-3km bagi yang kurang mampu seperti saya ini, tapi sebagian warga yang mampu, mereka membeli air lewat Tangki seharga 500 hingga 600ribu, ada yang beli lewat mobil PikeUp seharga 150 hingga 200ribu. Ungkapnya (27/08/19).

Harapan kami pemerintah setempat bisa segera memberikan solusi dari permasalahan yang sangat akut dan sudah sejak lama diderita warga Desa Pajeruan, Kami mengharap di Desa Pajeruan ada bendungan air (Penampungan Air) yang dapat mengurangi kerisis air dimusim kemarau atau mengadakan pengeboran sumber mata air di perdusun yang bisa dikonsumsi masal oleh warga setempat kami siap membayar perbulan untuk biaya operasionalnya. Tutur Pak Muzakki (67) warga Desa Pajeruan. (GPP)

LUAR BIASA PEMUDA PAPJERUAN BANGKIT LAGI SETALAH LAMA HILANG

Pertemuan yang menakjubkan setalah lama hilang kini rapat kerja anggota Gerakan Pemuda Pajeruan (GPP) bertempat di Surabaya Sabtu/28/05/2023...