Kabar gizi buruk yang menimpa balita kurroti(4th) , asmani(3th) dan misdi(10bulan) tiga balita ini menderita gizi buruk sampai pada istri Bupati sampqng Mimin .Istri Orang nomor satu di Sampang itu berkunjung dan siap membantu anak dai Bapak misru (57th) dan ibu ASDIYEH (50th) warga Dusun gunung edden Desa Batoporo barat, Kecamatan Kedungdung,
Kabupaten Sampang .yang sudah beberapa bulan ditangani oleh puskesmas Banjar dirumahnya.
Yang didampingi oleh camat kedungdung , kepala desa batuporo barat , BASNAZ Kabupaten Sampang ,Dinas kesehatan kabupaten Sampang , KB Kabupaten Sampang ,Dinas sosial Kabupaten Sampang , Kepala puskesmas Banjar beserta jajaran nya , bidan- bidan desa batuporo barat ,KB. Kecamatan kedungdung , Karang taruna the brilliant (batuporo barat) , serta tokoh masyarakat setempat (kasun)
Dalam kegiatan ini Ibu Bupati Sampang dan rombongan dan pihak terkait memberikan bantuan/dana sosial kepada keluarga yg memiliki gizi buruk. Dan Bhabinkamtibmas memberikan santunan berupa beras 5kg (program Kapolres Spg) kepada keluarga.
Ibu Bupati Sampang Mimin menghimbau dan menekankan kepada warga pentingnya KB, serta tetap menjaga gizi ataupun kesehatan terhadap anak anak nya.
yang anggota keluarganya mengalami gizi buruk untuk segera membawanya ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Hal itu, menurutnya dapat mempercepat penanganan terhadap si pasien.”tuturnya
Terkait penanganan pasien gizi buruk, istri bupati Sampang Mimin meminta kepada para petugas kesehatan yang mendampinginya agar ada penanganan lebih khusus, begitu juga masalah pembiayaan. Sehingga keluarga pasien tidak takut akan masalah biaya jika mau berobat di puskesmas ataupun rumah sakit.
“Misalkan pasien lepas dari BPJS, tetap ini semua harus digratiskan dan dikhususkan. Jadi tidak sekedar gratis, tapi juga ada penanganan khusus,” tuturnya
Kepala desa batoporo barat Jadid mengatakan “ kasus ini Ini merupakan tanggung jawab bersama Lintas Program di Puskesmas juga lintas Sektor, khusus nya saya selaku kepala desa akan bertanggung jawab dan akan menindak lanjuti serta untuk melanjutkan kondisi rumah yang seperti itu sehingga ada kamar yg layak serta pembuatan jambannya” ungkap nya
Salah satu Tokoh pemuda sekali Gus ketua "GPP" Gerakan pemuda pajeruan menutur (berharap) gerakan seperti ini tidak hanya ada di satu dusun atupun desa, melainkan menyeluruh untuk mengantisipasi terjadinya gizi buruk sperti yang terjadi saat ini.
“ masyarakat sehat desapun sehat dan cerdas “(UM/QR)